Facebook

  Jeritan Paru-paru Dunia dan Tak Terselesaikannya Atribut Gelaran Pemilu Oleh Ahmad Khoirun Ni'am Tak kurang dari setahun lagi, pes...

 
Jeritan Paru-paru Dunia
dan Tak Terselesaikannya Atribut Gelaran Pemilu
Oleh Ahmad Khoirun Ni'am


Tak kurang dari setahun lagi, pesta akbar demokrasi di Indonesia akan digelar. Mulai dari pemilihan orang nomor satu negara, hingga pemilihan wakil-wakil rakyat di beberapa daerah. Pesta demokrasi kali ini memang terasa lebih spesial. Pasalnya, mulai dari Presiden dan Wakilnya, kemudian Gubernur di beberapa daerah, serta Bupati-bupati di banyak kabupaten akan dilaksanakan pada tahun 2019 nanti.

Di Kabupaten Kudus sendiri, pada pesta kali ini akan diikuti oleh lima pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati. Dan lebih spesialnya lagi, ada dua paslon (pasangan calon) yang mengusung diri sebagai paslon independen. Sedang sisanya (tiga) adalah paslon yang diusung oleh partai politik.

Namun perlu untuk diperhatikan. Pada setiap gelaran pesta demokrasi seperti sekarang ini, tidak hanya masalah mengenai calon Bupati dan Wakil Bupati saja yang harus kita cermati. Karena selalu ada masalah lain yang akan menanti kita di akhir pemilihan wakil rakyat tersebut. Yaitu atribut kampanye yang dapat dipastikan  tak terselesaikan. Baik oleh pihak penyelenggara pemilu, ataupun oleh paslon yang melakukan kampanye itu sendiri.

Di sini, perlu kita menyoroti dua pokok permasalahan utamanya. Yaitu antara atribut pemilu yang beruba pamflet-pamflet, dan pohon-pohon di sepanjang jalan baik desa ataupun kota yang merupakan paru-paru kota, bahkan duni dan menjadi tempat pemasangan pamflet tersebut. Pada satu sisi, pamflet merupakan atribut atau senjata paling ampuh bagi sebuah paslon untuk menggemakan promosi kepada masyarakat. Mengapa? Alasan utamanya adalah biaya yang dirasa lebih murah daripada alat promosi lain, selain itu juga juga masalah tahan lamanya.

Dapat kita lihat, di sepanjang jalan mulai dari desa Panjang hingga daerah Gondangmanis saja. Banyak sekali pamflet yang dapat kita temukan terpaku di pohon-pohon. Lebih dari dua ratus pamflet terpampang menghiasi perjalanan kita di ruas jalan tersebut. Apabila kita tilik dari segi kebermanfaatan. Tentu ada manfaat, namun hanya untuk pihak -pihak tertentu. Dan untuk kerugian yang diakibatkan? Dapat kita lihat sendiri. Akibat dari pemasangan-pemasangan pamflet tersebut, terlebih lagi dengan cara pemasangannya yang menggunakan paku. Ini akan mengakibatkan efek domino pada kemudian hari.

Perlu kita ketahui, bahwa pohon adalah paru-paru dunia. Inti dari kehidupan. Sebab apa? Hal ini dikarenakan pohon adalah sumber oksigen bagi manusia. Lewat proses fotosintesisnya, yang kemudian menghasilkan bahan utama bagi manusia untuk bernapas. Masalahnya, apabila pohon-pohon yang menjadi peran vital bagi manusia untuk hidup ini dirusak. Dengan digunakan sebagai tempat pemasangan pamflet-pamflet yang cara memasangnya sendiri dengan dipaku. Ini akan berakibat pada kerusakan pohon itu sendiri. Mungkin jika pohon bisa menangis. Pohon-pohon yang dipaku kala itu akan menangis sekeras-kerasnya.

Dapat kita bayangkan sendiri, jika satu pohon rusak atau mungkin mati ketika dipasangi pamflet. Maka berapa pohon yang akan mati tatkala musim kampanye seperti saat ini. Mungkin semua pohon yang ada di kota Kudus akan meradang. Maka dari itu, kita sebagai generasi muda dan modern harusnya lebih bijak dalam melakukan sesuatu. Sebagai paslon pemimpin yang akan memegang kendali atas sebuah daerah. Seharusnya kita lebih paham mengenai gerakan mencintai lingkungan dan menyelamatkan dunia. Karena, warisan untuk kehidupan berikutnya adalah kedamaian dan kehidupan yang lebih baik dari hari ini. Bukan esok yang suram karena keserakahan saat ini, yang semata hanya untuk mendapatkan kekuasaan di dunia. Mari wariskan kehidupan yang lebih layak untuk generasi yang akan datang.

Teks Prosedur?  Tentu bukan hal yang asing lagi. Teks prosedur biasanya kita temukan di bungkus makanan, seperti produk mie, minu...






Teks Prosedur? 
Tentu bukan hal yang asing lagi. Teks prosedur biasanya kita temukan di bungkus makanan, seperti produk mie, minuman, dll.
Teks Prosedur adalah teks yang biasanya menerangkan tentang langkah-langkah melakukan sesuatu.
Tapi, pernahkah kalian dengar mengenai teks prosedur kompleks? apakah kalian tahu mengenai hakikat teks prosedur kompleks?

Ayo kita bahas.

Teks Prosedur kompleks (Kemendikbud 2013:36) adalah tahap-tahap atau langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan. Terdapat banyak kegiatan disekitar yang harus dilakukan menurut prosedur. Jika tidak, maka tujuan yang diharapkan tidak akan tercapai. Selain itu, Kosasih (2014:67) berpendapat bahwa teks prosedur kompleks merupakan teks yang menjelaskan langkah-langkah secara lengkap, jelas, dan terperinci tentang cara melakukan sesuatu. Langkah-langkah dalam prosedur kompleks dapat disajikan dalam berbagai macam bentuk teks. Adakalanya, teks prosedur kompleks disajikan dalam bentuk uraian narasi, namun ada juga penyajian dalam bentuk lain, misal hanya berbentuk bagan ataupun penjelasan singkat. Teks prosedur kompleks adalah teks yang memberikan petunjuk untuk melakukan atau menggunakan sesuatu dengan langkah-langkah yang urut (Priyatni 2014:115). Adapun tujuan teks prosedur kompleks adalah untuk menjelaskan bagaimana sesuatu dibuat atau dilakukan dengan langkah-langkah yang urut. Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, dapat kita simpulkan bahwa pengertian teks proosedur kompleks adalah teks yang berisi langkah-langkah atau cara yang dapat membantu pembaca menyelesaikan perintah yang bersifat prosedural.

Bentuk Perintah Tertulis dapat dibedakan bedasarkan jenisnya, yaitu
(1) himbauan/larangan, misalnya himbauan menjadi akseptor RB, larangan membuang sampah,
(2) petunjuk, misalnya petunjuk penggunaan suatu barang,
(3) Peraturan, misalnya peraturan berlalu lintas, peraturan waktu berkunjung,
(4) pedoman, misalnya pedoman penulisan karya ilmiah, dan
(5) undang-undang, misalnya undang-undang tentang penyalahgunaan narkoba, undang-undang pendidikan.
Sedangkan menurut Kosasih (2014:67), berdasarkan fungsinya, teks prosedur kompleks termasuk ke dalam teks paparan. Teks prosedur kompleks tidak hanya berkenaan pada penggunaan alat tetapi juga berisi tata cara melakukan aktivitas tertentu dan kebiasaan hidup. Misalnya, cara hidup sehat, cara mengatasi banjir, cara berpidato, dan lain sebagainya. Jadi, simpulan dari bentuk teks prosedur kompleks tersebut adalah termasuk dalam kategori teks paparan yanag memaparkarkan langkah-langkah baik yang  berisi tentang himbauan, larangan, peraturan, pedoman maupun undang-undang yang terdapat pada aktivitas sehari-hari.

Ciri-ciri teks prosedur kompleks:
a. Tujuan berisi pengantar berkaitan dengan petunjuk yang akan dikemukakan pada bagian pembahasan,
b. Alat dan bahan berisi tentang material yang digunakan dalam memaparkan langkah kerja. Pada bagian ini, memungkinkan untuk tidak dimunculkan, sesuai dengan kebutuhan pemaparan,
c. Langkah-langkah pembahasan diisi dengan petunjuk pengerjaan sesuatu yang disusun secara sisteamtis. Pada umumnya, penyusunan disusun mengikuti urutan waktu dan bersifat kronologis. Terdapat tiga kategori pembahasan pada isi suatu teks prosedur kompleks, yaitu:
1) Teks yang berisi cara menggunakan alat, benda ataupun perangkat lain yang sejenis. Misalnya, cara menggunakan komputer atau cara mengendarai mobil secara manual,
2) Teks yang berisi cara melakukan aktivitas. Misalnya cara melamar pekerjaan atau cara berolahraga untuk penderita jantung coroner,
3) Teks yang berisi kebiasaan atau sifat tertentu. Misalnya, cara menikmati hidup.
(Kosasih, 2014:67).  

Contoh teks prosedur kompleks (http://pusatkrisis.kemkes.go.id/bagaimana-cara-menanggulangi-banjir):

Cara Menanggulangi Banjir

Banjir adalah sebuah bencana alam yang sering terjadi ketika musim penghujan mulai datang. akibat bencana ini, banyak sekali kerugian yang kita dapatkan. Dan yang paling parah adalah menghambat aktivitas kita dalam sehari-hari. Maka dari itu, kita harus menanggulanginya dengan cara sebagai berikut:

Pertama, menjaga lingukungan sekitar. Yang utama adalah menjaga lingkungan sungai atau selokan, sungai sebaiknya di pelihara dengan baik. Jangan membuang sampah ke selokan. Sungai atau selokan jangan di jadikan tempat pembuangan sampah, Kedua, hindari membuat rumah di pinggiran sungai. Saat ini semakin banyak warga yang membangun rumah di pinggir sungai, ada baiknya pinggiran sungai jangan di jadikan rumah penduduk karena menyebabkan banjir dan tatanan masyarakat tidak teratur. Ketiga, melaksanakan program tebang pilih dan reboisasi. Pohon yang telah ditebang sebaiknya ada penggantinya. Menebang pohon yang telah berkayu kemudian di tanam kembali tunas pohon yang baru. Hal ini ditujukan untuk regenerasi hutan dengan tujuan hutan tidak menjadi gundul. Kemudian, buanglah sampah pada tempatnya. Sering kali masyarakat indonesia membuang sampah sembarangan terutama membuang sampah ke sungai, tentu hal ini akan memebrikan dampak buruk di kemudian hari. Karena sampah yang menumpuk bisa menyebabkan terjadinya banjir saat curah hujan sedang tinggi. Pengelolahan sampah yang tepat bisa membantu mencegah banjir. Setelah itu, rajin Membersihkan Saluran Air. Perbaikan dan pembersihan saluran air tentu harus ada. Di wilayah tertentu bisa diadakan secara gotong royong. Penjagaan ini harus dilakukan secara terus menerus dengan waktu berkala. Hal ini bertujuan agar terjadi hujan deras, air tidak akan tersumbat dan mampu mencegah terjadinya banjir.


Sumber: Noor, Ana Istiana. 2015. PENINGKATAN MEMBANDINGKAN TEKS PROSEDUR KOMPLEKS MENGGUNAKAN POLA KOLABORATIF THINK PAIR AND SHARE DENGAN TEKNIK BRAINSTORMING PADA PESERTA DIDIK KELAS X OTOMASI SMK N 2 KENDAL. Semarang: Universitas Negeri Semarang

  Apa yang kamu ketahui tentang teks eksplanasi? nah, sebelum kita mencari tahu tentang apa itu teks eksplanasi, kita harus mengetahui ...

 

Apa yang kamu ketahui tentang teks eksplanasi?
nah, sebelum kita mencari tahu tentang apa itu teks eksplanasi, kita harus mengetahui terlebih dahulu tentang apa yang dimaksud dengan teks.
langsung saja...

Teks adalah ujaran (lisan) atau tulis bermakna yang berfungsi untuk mengekspesikan gagasan (Priyatni, 2014: 65). Ketika mengekspresikan gagasan dalam bentuk teks, kita harus memilih kata-kata dan memiliki strategi untuk menyajikan kata-kata itu agar gagasan tersampaikan dengan baik.Pilihan kata dengan strategi penyajian kata-kata tersebut sangat ditentukan oleh tujuan dan situasi (konteks). Hal ini karena teks adalah proses sosial yang berorientasi pada tujuan sosial tertentu dan dalam konteks situasi tertentu pula.

Teks Eksplanasi adalah jenis teks yang berisi penjelasan tentang proses yang berhubungaan dengan fenomena-fenomena alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya dan lainnya.
Teks eksplanasi berasal dari pertanyaan penulis terkait "mengapa‟ dan "bagaimana‟ suatu fenomena terjadi. Teks eksplanasi bertujuan untuk menjelaskan proses pembentukan atau kegiatan yang terkait dengan fenomena-fenomena alam, sosial, ilmu pengetahuan, atau budaya(Priyatni, 2014: 82).

Teks eksplanasi memiliki struktur isi yang umum, judul, pembuka, inti, dan penutup. Pembuka teks eksplanasi berupa pernyataan umum definisi fenomena yang dijelaskan, konteks, atau karakteristik umum. Pada bagian inti, teks eksplanasi menjelaskan proses terjadinya sesuatu atau menjawab mengapa sesuatu terjadi. Bagian penutup teks eksplanasi dapat berupa simpulan atau opini penulis
terkait dengan fenomena yang dijelaskan (Priyatni, 2014: 82).
Menulis teks eksplanasi merupakan sebuah komponen yang dibelajarakan dalam suatu kegiatan belajar mengajar. Kegiatan menulis teks eksplanasi ini merupakan kegiatan dari hasil pengamatan siswa mengenai teks tersebut. Hasil akhir dari sebuah pembelajaran adalah menulis hasil observasi siswa mengenai teks eksplanasi, baik isi, struktur, maupun kebahasaan yang terdapat dalam teks eksplanasi.

Dalam menuliskan teks eksplanasi, ada struktur yang dituliskan, diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Judul dituliskan untuk menggambarkan fenomena yang hendak dijelaskan,
b. Penjelasan umum menuliskan tentang fenomena yang akan dibahas, bisa berupa pengenalan fenomena alam, maupun fenomena sosial. Dituliskan dan dijelaskan tentang penjelasan umum yang tertera pada teks yang digunakan,
c. Deretan penjelas dituliskan untuk mengetahui apa saja yang terjadi pada fenomena alam maupun sosial. Berisi suatu penjelasan sebab akibat yang ditimbulkan dari bencana alam,
d. Interpretasi (Opsional) merupakan teks penutup yang bersifat pilihan; bukan keharusan. Maka, ketika menuliskan interpretasi atau penutup dari suatu teks tersebut tidak diharuskan. Dalam interpretasi boleh dituliskaan boleh juga tidak.

Anderson (2003:84) menyebutkan bahwa teks eksplanasi terdiri atas tiga
bagian, yaitu (1) description in the introductory paragraph; (2) a squence of
sentences that tell how or why; 3) a conclusion. Hal ini sesuai dengan penjelasan
kemendikbud (2013:116) struktur teks eksplanasi dapat digambarkan seperti
bagan berikut.


Dilihat dari bahasanya, teks eksplanasi juga memiliki kekhasan yang membedakannya dengan teks-teks yang lain. Ciri bahasa pada teks eksplanasi antara lain:
1. Memuat istilah,
2. Struktur kalimatnya menggunakan kata sambung yang menunjukkan hubungan sebab akibat,
3. Menjelaskan kondisi (menjelaskan fenomena bukan menceritakan masa lalu,
4. Penggunaan konjungsi urutan/ sekuen.
(Priyatni, 2014: 85)

Berikut langkah-langkah dalam menyusun teks eksplanasi.
1. Menentukan objek/fenomena alam yang akan ditulis dalam entuk teks eksplanasi,
2. Mengumpulkan data-data/informasi tentang objek/fenomena alam tersebut,
3. Menyusun struktur teks eksplanasi sebagai kerangka karangan,
4. Mengembangkan struktur teks menjadi teks eksplanasi,
5. Memberi judul teks eksplanasi,
6. Memeriksa ketepatan pilihan kata, ejaan, dan struktur kalimat dalam teks eksplanasi.

Contoh teks eksplanasi

Tsunami


1. Pernyataan Umum

Kata “tsunami” berasal dari bahasa Jepang “tsu”yang berarti "pelabuhan‟ dan “nami” yang berarti "gelombang‟. Tsunami adalah serangkaian gelombang yang terbentuk karena gempa atau letusan gunung berapi di bawah laut atau didaratan dekat pantai. Gelombangnya yang besar menyebabkan banjir dan kerusakan saat menghantam pantai.

2. Deretan Penjelas/Eksplanasi

Tsunami tercipta saat permukaan dasar laut bergerak naik turun (pergeseran lempeng di dasar laut) di sepanjang patahan selama gempa terjadi.Patahannya menyebabkan keseimbangan air menjadi terganggu. Semakin besar daerah patahan yang terjadi, semakin besar pula tenaga gelombang yang dihasilkan. Selain itu, tsunami juga tercipta karena meletusnya gunung berapi yang menyebabkan pergerakan air di laut atau perairan sekitarnya sangat tinggi. Gelombang tsunami yang terjadi di laut melaju lebih cepat daripada gelombang normal. Gelombang tersebut menyebar ke segala arah dengan ketinggian 30 sampai dengan 50 meter dan kecepatan sekitar 800 km/jam. Ketika gelombang tsunami memasuki air dangkal, kecepatannya akan menurun dan ketinggiannya akan bertambah.Ketinggian gelombang itu juga bergantung pada bentuk pantai dan kedalamannya.Gempa bumi yang tejadi di dasar laut sangat berpotensi menimbulkan tsunami dan sangat berbahaya bagi manusia.

3. Interpretasi

Kamu tidak perlu khawatir karena tidak semua gempa dan letusan gunung berapi menyebabkan tsunami dan tidak semua tsunami menimbulkan gelombang besar. Tsunami selalu menyebabkan kerusakan besar bagi manusia. Kerusakan yang paling besar terjadi ketika gelombang besar tsunami itu mengenai pemukiman manusia sehingga menyeret apa saja yang dilaluinya.



Sumber:
1. Oktarina, Rosyida. 2015. PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYUSUN TEKS EKSPLANASI DENGAN MODEL INVESTIGASI KELOMPOK DAN MEDIA AUDIOVISUAL PADA PESERTA DIDIK KELAS VII A SMP NEGERI 1 UNGARAN. Semarang: UNNES.

2. Laras, Klara Ken. 2016. PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPLANASIPADA SISWA KELAS VII SMP GLOBAL MADANI BANDARLAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2015/2016. Lampung: Universitas Lampung.

Hindari Caleg Pelaku Korupsi Partai politik yang akan mengikuti pemilihan umum, mestinya mempunyai standar dalam merekrut calon anggo...



Hindari Caleg Pelaku Korupsi
Partai politik yang akan mengikuti pemilihan umum, mestinya mempunyai standar dalam merekrut calon anggota legislatif yang tegas dan ketat.
Kriteria calon wakil rakyat itu harus jelas dan bisa menjadi filter dalam mencegah calon wakil rakyat dengan riwayat hidup kurang baik masuk.
Contohnya, caleg yang mempunyai track record masalah korupsi atau pelanggaran HAM, tidak diterima sebagai bakal caleg. Hal ini penting untuk memastikan calon anggota dewan itu benar-benar orang baik yang mempunyai kredibilitas, kapabilitas dan intregritas.
Tentu saja partai politik memiliki mekanisme khusus dalam hal fit and proper test. Kriterianya bisa saja tidak sama bagi semua partai politik. Tetapi paling tidak, ada prinsip umum yang harus digunakan semua partai politik dalam menyeleksi anggotanya.

Hal ini penting karena banyak bukti dari hasil survey, bahwasanya parlemen baik tingkat pusat maupun regional dinilai lembaga terkorup.
Hal ini dipaparkan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), Jojo Rohi, berhubungan dengan kriteria dalam menyeleksi calon wakil rakyat oleh setiap partai politik yang akan mendapatkan suara rakyat dalam setiap pemilu.
Penegasan Ulang :
Penetapan standar caleg kriteria yang tegas dan jelas oleh partai politik sangat dibutuhkan sebab terkait dengan siapa saja orang yang pantas untuk diusung menjadi calon wakil rakyat.
Antikorupsi menjadi hal primer yang harus dicantumkan dalam kriteria menjaring caleg. Konsekuensinya, caleg yang mempunyai rekam jejak kasus korupsi tidak boleh dijadikan sebagai caleg.
Selain antikorupsi yang patut juga dipertimbangkan adalah pelanggar HAM, hal ini merupakan suatu bagian dari warisan reformasi yang hingga kini belum terselesaikan.
Caleg yang memiliki rekam jejak pelanggar HAM dalam bentuk apa pun seharusnya tidak dicalonkan sebagai bakal caleg sebab fungsi wakil rakyat salah satunya yaitu melakukan advokasi terhadap pelanggaran-pelanggaran HAM melalui legislasi.

- TEKS ANEKDOT -   A. Pengertian Teks Anekdot Apa itu Teks Anekdot? Pertama pengertian anekdot secara umumnya dulu. Pengertian teks...

- TEKS ANEKDOT -

 

A. Pengertian Teks Anekdot

Apa itu Teks Anekdot?
Pertama pengertian anekdot secara umumnya dulu. Pengertian teks anekdot secara umum :

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pengertian Teks Anekdot adalah adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya berkisar pada orang-orang penting dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya.

Menurut Kemenbud (2003:111) pengertian Teks Anekdot adalah sebuah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya.

Tentunya kalian pernah membaca sebuah cerita singkat yang berisi tentang guyonan atau berbau humor namun menjurus kepada sebuah kritik bukan? Nah, cerita singkat tersebut ialah teks anekdot.
Tidak hanya berbentuk cerita, pengertian teks anekdot juga dapat berbentuk dialog singkat antara dua tokoh.

Teks anekdot sendiri tentunya selain untuk memberi humor, teks tersebut juga harus memuat amanat, pesan moral ataupun kebenaran secara umum. Nah itu pengertian teks cerita anekdot.

B. Struktur teks anekdot

Sebuah teks dengan bentuk anekdot juga memiliki struktur yang berbeda. Fungsi dari adanya struktur teks anekdot ialah: untuk membuat teks menjadi lebih rapi dan sesuai, juga benar-benar berbentuk.
Struktur tersebut ada lima macam dan wajib dimasukan dalam sebuah teks dengan bentuk anekdot.
Unsur-unsurnya antara lain
  1. Abstrak

Abstrak menjadi struktur teks humor paling awal yang ada dalam sebuah teks bernama anekdot. Abstrak ditaruh di awal paragraf dengan fungsi untuk menggambarkan mengenai teks tersebut secara umum agar pembaca dapat membayangkan.
  1. Orientasi

Orientasi merupakan awal kejadian pada cerita atau juga bagian yang menjelaskan latar belakang mengapa peristiwa utama dalam cerita dapat terjadi.
  1. Krisis

Struktur teks anekdot berikutnya adalah Krisis. Krisis merupakan bagian yang menjelaskan mengenai pokok masalah utama dengan warna unik juga tidak biasa. Atau bahkan terjadi pasa penulisnya sendiri.
  1. Reaksi

Reaksi berhubungan besar dengan struktur krisis. Reaksi adalah bagian yang akan melengkapi berupa penyelasaian masalah menggunakna cara-cara yang juga unik dan berbeda.
  1. Koda

Seperti penutup, struktur teks anekdot yang terakhir ialah Koda. Koda merupakan bagian yang menutup cerita dalam teks tersebut.

C. Ciri-ciri teks anekdot

Supaya kamu dapat membedakannya dengan teks lainnya, dan lebih mengerti tentang pengertian teks anekdot seperti apa, coba pahami juga ciri-ciri teks anekdot berikut ini:
  1. Berupa teks yang mendekati perumpamaan

Perumpaan pada sebuah teks dengan struktur anekdot mendekati bentuk sebuah dongeng. Layaknya karangan cerita berdasarkan imajinasi dan ditambah dengan segala hal yang bersifat nyata atau benar-benar terjadi di masayarakat.
  1. Menampilkan tokoh-tokoh atau figure yang dekat dengan kehidupan sehari-hari atau juga orang penting

Biasanya pada sebuah teks anekdot terdapat tokoh atau figure yang ada dalam dunia nyata dan mudah kita temui dalam keseharian. Contohnya seperti orang-orang pemerintahan, anggota keluar, dan lainnya.
  1. Memiliki sifat humoris, lucu, menggelitik, dan berbau lelucon tapi menyindir

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, teks yang berupa anekdot memang dibuat untuk memberi kritik dengan cara yang berbeda. Semacam guyonan yang sengaja dibuat dengan tujuan tertentu seperti menyindir. Biasanya menyindiri di sini berkaitan dengan isu sosial dalam negeri yang sudah menjadi rahasia umum.
  1. Terselip kritikan atau tujuan

Mungkin ini juga dapat menjadi salah satu tujuan dari dibuatnya sebuah teks berbentuk anekdot, di mana pembuatnya akan menyelipkan kritik dengan cara yang lebih lucu dan mampu diterima oleh masyarakat.

berikut adalah contoh Teks Anekdot

 Menjaga Kebersihan Lingkungan


Pada suatu ketika, di sebuah kerajaan yang kehidupannya makmur dan sejahtera. Hiduplah seorang putra raja, dia bernama Wira Satya. Suatu hari. Dia bertemu dengan salah seorang Deputi kerajaan, yaitu Jatmo. Beliau adalah Kepala Deputi kerajaan bagian kebersihan. Den Wira bertemu Jatmo ketika sedang mengawasi para pekerja yang sedang membersihkan saluran air di bagian selatan kerajaan.

Wira       : “Selamat pagi paman...” sapa Wira kepada kepala Deputi Kebersihan
Jatmo    : “Selamat pagi Den, sedang apa Den? Kok bisa disini?” tanya Jatmo
Wira      : ”Sedang jalan-jalan paman. Eh, Paman sedang melakukan apa? Kok ada orang main lumpur di tepi sungai?”
Jatmo   : “Hehehe, Bukan main lumpur Den, tapi mereka sedang saya suruh untuk menanam pohon bakau di sungai ini. Agar banjir tidak terjadi di lingkungan kerajaan ini.”
Wira      : “Kok bisa begitu Paman?” tanya Wira dengan wajah yang polos dan kata-kata yang apa adanya.
Jatmo   : ”Begini Den.” jawab Kepala Deputi dengan suara yang agak dibesarkan dan sedikit membusungkan dada. “Jadi, ketika hujan terus turun, sedangkan tidak ada tumbuhan yang menyerap air hujan. Maka, akan menimbulkan banjir. Karena banyaknya air yang turun.” sambung Jatmo
Wira      : “Oh. Lalu, kenapa Paman tidak ikut menanamnya? Bukankah paman harus memberi contoh buat anak buah Paman?”
Jatmo   : “Ha-ha-ha, hal semacam itu tidak perlu saya lakukan Den, kan saya Kepala Deputi Kebersihan, jadi saya cukup disini. Duduk, makan camilan, kemudian mengarahkan kerja mereka. Kalau ada yang salah nanti saya marahi mereka.” jawab Kepala Deputi dengan nada menyombongkan diri.

Mendengar jawaban Paman Jatmo tersebut, Wira hanya tersenyum, kemudian berlari menuju sungai dan berjalan-jalan di sekitar bibir sungai.

Wira      : “Paman Jatmo, ada apa itu ya? Kok ada benda berwarna kuning berkilau di dalam sungai?” teriak Wira kepada Kepala Deputi Kebersihan. “Kaya mas-mas-mas...”
Jatmo   : “Ada apa Den? Emas?” tanya Jatmo dengan keheranan, sembari berlari.
Wira      : “Itu lho paman, coba deh paman ambil.” Menunjukkan benda yang ada di dalam sungai kepada Jatmo.
Jatmo   : “Beneran emas ya Den?” bergegas melompat ke dalam sungai yang airnya kotor.
Wira      : “Bagaimana Paman? Apakah itu Emas?” tanya Wira dengan memasang wajah yang polos.
Jatmo   : “Aduh...Sialan, ini tai Den....” jawab Jatmo “Dasar bocah nakal.”
Wira      : “Hahaha, seharusnya Paman ikut membantu membersihkan, menjaga, dan melestarikan lingkungan, bukan hanya melihat saja.” Tertawa terbahak-bahak.

 

Monolog SIDANG JEMBATAN Adhy Pratama Teater Senyawa PERHATIAN! Bila Anda akan   mementaskan nas...




Monolog

SIDANG
JEMBATAN
Adhy Pratama

Teater Senyawa











PERHATIAN!
Bila Anda akan  mementaskan naskah ini mohon untuk menghubungi penulis naskah untuk sekedar pemberitahuan.
Penulis: Adhy Pratama
Email: adhypratama_ibra@yahoo.com






Setting : Musik bertaluan dari belakang layar, sementara layar masih tertutup. Dari tempat penonton hingga depan panggung terbentang sebuah jembatan menyentuh lantai, namun ada pegangan tangan dikiri dan kanan. Seorang lelaki, mencerminkan kemiskinan berjalan ditengah-tengah penonton meniti jembatan. Ruangan benar-benar gelap, cahaya hanya dibelakang layar. Lelaki ini membawa lampion terang kemerahan. Berjalan dengan pelan dan hati-hati, tempo berjalan lambat namun tempo berbicara sedang.
Lelaki (L) : Aku rindu, aku benar-benar merindukan (pause, berhenti, memandang sekeliling) saat suara rakyat adalah suara Tuhan, saat suara rakyat mengalun dengan lantang. (menghadap kekanan, lampion seperti menerangi bawah jembatan) rakyat adalah otak, bukan kelingking, yang seandainya ada amputasi, (pause) orang gila pun lebih memotong kelingking daripada mengorbankan otaknya. (melanjutkan berjalan dengan hati-hati, sesekali memegangi tali jembatan)
L : Melihat jembatan ini, menitinya dengan hati-hati, teringat pada Almarhum Pak Jumadi. Dia kepala desa kami yang telah meninggal 3 tahun yang lalu,(pause) kepala desa terbaik sedunia, kepala desa terbaik di akhirat. Saat itulah, pemimpin benar-benar menjadi wakil rakyat, mewakili suara rakyat, dia juaranya. (pause) aku teringat ketika dia dilantik, 40 tahun yang lalu, ia berkata (menirukan suara dan gesture Jumadi) aku punya dua buah toko didesa ini, aku juga punya lahan kelapa sawit yang luas, untuk itu, seluruh gajiku serta tunjangannya sebagai kepala desa, aku hibahkan ke kas desa, agar desa kita semakin maju dan jaya, melebihi desa-desa lain yang ada disekitar (pause) aku bersorak (pause) tidak hanya aku, tapi seluruh warga desa bersorak. Semenjak saat itu, Jumadi dipastikan menjadi kepala desa seumur hidupnya. Ketika dia meninggal (pause, terlihat sedih) langit ikut mendung, seluruh warga muram bahkan anak kecil yang belum mengerti apa-apa, ikut terisak. Kami kehilangan, kami kehilangan ksatria, kami kehilangan (pause) raja kecil yang arif bijaksana (melanjutkan berjalan)
L : Setahun sebelum dia meninggal, jembatan ini putus. Dalam kondisi tubuh yang lemah dan sakit-sakitan, ia pimpin rapat. Seperti sidang DPR yang terhormat, kami dianggapnya anggota dewan, (pause) takkan satu perkara pun dia putuskan, bila tidak ada pendapat dari kami. Kami warga yang bodoh, member pendapat berdasarkan hati dan perut kami. Sama sekali tidak difikirkan, (tertawa kecil) tapi dia rela mendengarkan, (pause) aku dengar, warga pelan-pelan berdoa untuk kesembuhannya, bahkan ada pula doa yang berbisik “biarkan Jumadi hidup selamanya ya Tuhan” (pause, melanjutkan berjalan,hingga sampai kepanggung)
L : Sidang terakhir dihidupnya, takkan pernah terlupa olehku (layar perlahan terbuka, cahaya panggung terang benderang, setting panggung; sebuah meja bertuliskan Kepala Desa, beberapa kursi dan minuman untuk peserta rapat) Sidang ini, kenangan terakhir warga bersama kades sepanjang masa
(L keluar dari panggung, kembali dengan menggunakan baju batik dan peci duduk di meja depan)
L : Assalamualaikum, para warga peserta rapat yang budiman, yang rela menyempatkan diri untuk hadir dalam rapat desa ini. Selamat pagi pula untuk yang berbeda keyakinan, seperti semboyan Indonesia, meski kita berbeda, tidak ada yang bisa menghalangi kita untuk bekerja sama membangun desa ini. (pause, menarik nafas panjang) yang ingin saya ungkapkan pada kalian ialah, perlunya perbaikan atas jembatan penghubung desa kita ke desa sebelah. Karena didesa sebelah itu ada SMP, jadi warga kita kesulitan untuk pergi kesekolah selama tidak ada perbaikan terhadap jembatan itu. Saya ingin mendengar, saran dan masukan dari bapak-bapak, ibu-ibu sekalian, bagaimana seharusnya kita lakukan terhadap jembatan putus itu?
L : (pindah keposisi peserta rapat, melepas pecinya dan mengikat sarung diperut) Saya, Pak Kades mau kasih saran saya begitu. Jadi begini pak kades begitu. Kan, dibelakang rumah saya yah pak kades, begitu, ada banyak pohon bambu begitu. Kita sudah semestinya itu pak kades begitu, perbaiki jembatan begitu. Kalau butuh banyak batang bamboo, bisa ambil dibelakang rumah saya beitu. Tapi jangan banyak-banyak pak kades begitu, lima batang saja begitu, saya rugi nanti begitu. Kalau mau lebih tidak apa-apa, begitu, tapi (agak malu-malu) bayar begitu.
L : (pindah tempat duduk) Huh! Payah tuh pak Kades, bah! Dia mau nolong (o ditekan) tapi pelitnya minta ampun pak kades.
L : (pindah ketempat posisi kades semula, seraya mengembalikan sarung ke atas pundak dan menggunakan peci) begini mas ucok, sama mas Azis, bagus juga idenya perbaiki jembatan itu pakai bamboo, walaupun Cuma lima batang saja yang gratis tapi sisanya bayar, saya kira duit kas desa (pause, memegang dada) cukup untuk membuatnya.
L : (pindah ketempat duduk, lepaskan peci dan sarung) maaf menyela, pak kades. Sebagai pemuda, saya berharap rehabilitasi jembatan ini lebih berupa peningkatan. Tentu, agar mobilisasi penduduk desa menjadi lebih efektif dan efisien, Pak Kades. Tentu, jembatan ini perlu kita buat berbahan rabat beton, dengan memasukkan proposal kepada pihak kecamatan atau kabupaten … (terpotong)
L : (pindah tempat duduk, sarung dipakai diatas kepala, peci digunakan sebagai kipas) gen padeak! Mobisasi-mobisasi, rebatisasi-rebatisasi, pektip-pesien, apa itu? Mentang-mentang kamu S2, kita didesa dek-dek, oi. Proposal-proposal jano tuh? Aku tidak setuju sama proposal-proposal tuh pak kades, lebih baik jelek tapi kita buat sendiri, dari pada tak tau jelek atau bagus minta sama orang, pakai proposal-proposal tuh.
L : (kembali ketempat kades) tidak boleh mengecilkan pendapat orang lain, tapi tidak pulo dibolehkan ego sendiri dikedepankan. Sebenarnya, maaf nih dek Pendi, saya juga tidak terlalu tertarik sama proposal-proposal itu. Pengemis elit, kalau menurut saya.
L : (kembali keposisi pemuda) tapi pak kades, urusan membangun jembatan memang tugas mereka, bagaimana mereka bisa berleha-leha sedangkan jembatan kita putus! Saya sudah banyak mempelajari tentang ilmu administrasi Negara, kita punya hak pak Kades, kita meminta hak kita! Kita menuntut hal yang memang seharusnya kita miliki!
L : (kembali ketempat ibu-ibu) oi dek-dek, ndak kamu belajar terasi Negara, gen, ndak tauco Negara gen, memangnya tuh jembatan bisa mulai dibuat besok! Kita harus menunggu sampai berapa lama!
L : (kembali ketempat kades) Saya kira ada yang bisa mengambil jalan tengahnya?
L : (kembali ketempat penonton, sarung dipakai seperti biasa, peci tetap digunakan) Assalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh (pause, menarik nafas panjang) seluruh warga desa yang budiman, saya hanya ingin menengahi saja. Ini ide saya bukan menjatuhkan keseluruhan pihak, saya benar-benar minta maaf, menurut saya pak kades dan seluruh warga desa yang budiman (pause) kita tetap masukkan proposal pembangunan ke kecamatan atau kabupaten, namun sambil menunggu pembangunan tersebut bisa berjalan sesuai yang diharapkan, kita bangun dulu jembatan semi-permanen manggunakan bamboo dari belakang rumah Azis, (pause) dan bekerja sama seluruh warga untuk membangun jembatan itu secepatnya.
L : (kembali ketempat kades) setuju, sekali, saya juga yakin semua warga setuju. Karena dengan saran terakhir itu, seluruh saran kalian diterima dan digabungkan menjadi satu. Kita mulai bekerja besok! Bagaimana, siap! (disambut sahutan “siap” dibelakang)
L : (kembali kedepan panggung, mengambil lampion, lampu dalam panggung kembali redup) saya masih cukup ingat sidang itu (pause, berjalan kembali meniti jembatan), esoknya, jembatan ini mulai dibangun dengan semangat kebrsamaan warga, walau sederhana, namun bisa membuat anak-anak desa bisa bersekolah. Hebat, jembatan yang hebat (pause,berjalan balik dijembatan, kembali kepanggung)
L (terhenti, ketika didepan panggung) sampai saat ini, setelah tiga tahun berlalu sidang itu, jembatan kami tidak pernah berubah, tetap sederhana. Dari bambu, yang gratis hanya 5 batang. Tentang proposal, (pause) saya ingat saya ikut mengantarkannya ke Kantor Kecamatan, kemudian bersama-sama ke Dinas PU. Tapi, kelanjutannya, (tertawa) saya tidak tahu dan tidak mau tahu (masuk kebalik layar)

Selesai