Facebook

- TEKS ANEKDOT -   A. Pengertian Teks Anekdot Apa itu Teks Anekdot? Pertama pengertian anekdot secara umumnya dulu. Pengertian teks...

TEKS ANEKDOT

- TEKS ANEKDOT -

 

A. Pengertian Teks Anekdot

Apa itu Teks Anekdot?
Pertama pengertian anekdot secara umumnya dulu. Pengertian teks anekdot secara umum :

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pengertian Teks Anekdot adalah adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya berkisar pada orang-orang penting dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya.

Menurut Kemenbud (2003:111) pengertian Teks Anekdot adalah sebuah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya.

Tentunya kalian pernah membaca sebuah cerita singkat yang berisi tentang guyonan atau berbau humor namun menjurus kepada sebuah kritik bukan? Nah, cerita singkat tersebut ialah teks anekdot.
Tidak hanya berbentuk cerita, pengertian teks anekdot juga dapat berbentuk dialog singkat antara dua tokoh.

Teks anekdot sendiri tentunya selain untuk memberi humor, teks tersebut juga harus memuat amanat, pesan moral ataupun kebenaran secara umum. Nah itu pengertian teks cerita anekdot.

B. Struktur teks anekdot

Sebuah teks dengan bentuk anekdot juga memiliki struktur yang berbeda. Fungsi dari adanya struktur teks anekdot ialah: untuk membuat teks menjadi lebih rapi dan sesuai, juga benar-benar berbentuk.
Struktur tersebut ada lima macam dan wajib dimasukan dalam sebuah teks dengan bentuk anekdot.
Unsur-unsurnya antara lain
  1. Abstrak

Abstrak menjadi struktur teks humor paling awal yang ada dalam sebuah teks bernama anekdot. Abstrak ditaruh di awal paragraf dengan fungsi untuk menggambarkan mengenai teks tersebut secara umum agar pembaca dapat membayangkan.
  1. Orientasi

Orientasi merupakan awal kejadian pada cerita atau juga bagian yang menjelaskan latar belakang mengapa peristiwa utama dalam cerita dapat terjadi.
  1. Krisis

Struktur teks anekdot berikutnya adalah Krisis. Krisis merupakan bagian yang menjelaskan mengenai pokok masalah utama dengan warna unik juga tidak biasa. Atau bahkan terjadi pasa penulisnya sendiri.
  1. Reaksi

Reaksi berhubungan besar dengan struktur krisis. Reaksi adalah bagian yang akan melengkapi berupa penyelasaian masalah menggunakna cara-cara yang juga unik dan berbeda.
  1. Koda

Seperti penutup, struktur teks anekdot yang terakhir ialah Koda. Koda merupakan bagian yang menutup cerita dalam teks tersebut.

C. Ciri-ciri teks anekdot

Supaya kamu dapat membedakannya dengan teks lainnya, dan lebih mengerti tentang pengertian teks anekdot seperti apa, coba pahami juga ciri-ciri teks anekdot berikut ini:
  1. Berupa teks yang mendekati perumpamaan

Perumpaan pada sebuah teks dengan struktur anekdot mendekati bentuk sebuah dongeng. Layaknya karangan cerita berdasarkan imajinasi dan ditambah dengan segala hal yang bersifat nyata atau benar-benar terjadi di masayarakat.
  1. Menampilkan tokoh-tokoh atau figure yang dekat dengan kehidupan sehari-hari atau juga orang penting

Biasanya pada sebuah teks anekdot terdapat tokoh atau figure yang ada dalam dunia nyata dan mudah kita temui dalam keseharian. Contohnya seperti orang-orang pemerintahan, anggota keluar, dan lainnya.
  1. Memiliki sifat humoris, lucu, menggelitik, dan berbau lelucon tapi menyindir

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, teks yang berupa anekdot memang dibuat untuk memberi kritik dengan cara yang berbeda. Semacam guyonan yang sengaja dibuat dengan tujuan tertentu seperti menyindir. Biasanya menyindiri di sini berkaitan dengan isu sosial dalam negeri yang sudah menjadi rahasia umum.
  1. Terselip kritikan atau tujuan

Mungkin ini juga dapat menjadi salah satu tujuan dari dibuatnya sebuah teks berbentuk anekdot, di mana pembuatnya akan menyelipkan kritik dengan cara yang lebih lucu dan mampu diterima oleh masyarakat.

berikut adalah contoh Teks Anekdot

 Menjaga Kebersihan Lingkungan


Pada suatu ketika, di sebuah kerajaan yang kehidupannya makmur dan sejahtera. Hiduplah seorang putra raja, dia bernama Wira Satya. Suatu hari. Dia bertemu dengan salah seorang Deputi kerajaan, yaitu Jatmo. Beliau adalah Kepala Deputi kerajaan bagian kebersihan. Den Wira bertemu Jatmo ketika sedang mengawasi para pekerja yang sedang membersihkan saluran air di bagian selatan kerajaan.

Wira       : “Selamat pagi paman...” sapa Wira kepada kepala Deputi Kebersihan
Jatmo    : “Selamat pagi Den, sedang apa Den? Kok bisa disini?” tanya Jatmo
Wira      : ”Sedang jalan-jalan paman. Eh, Paman sedang melakukan apa? Kok ada orang main lumpur di tepi sungai?”
Jatmo   : “Hehehe, Bukan main lumpur Den, tapi mereka sedang saya suruh untuk menanam pohon bakau di sungai ini. Agar banjir tidak terjadi di lingkungan kerajaan ini.”
Wira      : “Kok bisa begitu Paman?” tanya Wira dengan wajah yang polos dan kata-kata yang apa adanya.
Jatmo   : ”Begini Den.” jawab Kepala Deputi dengan suara yang agak dibesarkan dan sedikit membusungkan dada. “Jadi, ketika hujan terus turun, sedangkan tidak ada tumbuhan yang menyerap air hujan. Maka, akan menimbulkan banjir. Karena banyaknya air yang turun.” sambung Jatmo
Wira      : “Oh. Lalu, kenapa Paman tidak ikut menanamnya? Bukankah paman harus memberi contoh buat anak buah Paman?”
Jatmo   : “Ha-ha-ha, hal semacam itu tidak perlu saya lakukan Den, kan saya Kepala Deputi Kebersihan, jadi saya cukup disini. Duduk, makan camilan, kemudian mengarahkan kerja mereka. Kalau ada yang salah nanti saya marahi mereka.” jawab Kepala Deputi dengan nada menyombongkan diri.

Mendengar jawaban Paman Jatmo tersebut, Wira hanya tersenyum, kemudian berlari menuju sungai dan berjalan-jalan di sekitar bibir sungai.

Wira      : “Paman Jatmo, ada apa itu ya? Kok ada benda berwarna kuning berkilau di dalam sungai?” teriak Wira kepada Kepala Deputi Kebersihan. “Kaya mas-mas-mas...”
Jatmo   : “Ada apa Den? Emas?” tanya Jatmo dengan keheranan, sembari berlari.
Wira      : “Itu lho paman, coba deh paman ambil.” Menunjukkan benda yang ada di dalam sungai kepada Jatmo.
Jatmo   : “Beneran emas ya Den?” bergegas melompat ke dalam sungai yang airnya kotor.
Wira      : “Bagaimana Paman? Apakah itu Emas?” tanya Wira dengan memasang wajah yang polos.
Jatmo   : “Aduh...Sialan, ini tai Den....” jawab Jatmo “Dasar bocah nakal.”
Wira      : “Hahaha, seharusnya Paman ikut membantu membersihkan, menjaga, dan melestarikan lingkungan, bukan hanya melihat saja.” Tertawa terbahak-bahak.

 

0 komentar: