Tentu bukan hal yang asing lagi. Teks prosedur biasanya kita temukan di bungkus makanan, seperti produk mie, minuman, dll.
Teks Prosedur adalah teks yang biasanya menerangkan tentang langkah-langkah melakukan sesuatu.
Tapi, pernahkah kalian dengar mengenai teks prosedur kompleks? apakah kalian tahu mengenai hakikat teks prosedur kompleks?
Ayo kita bahas.
Teks Prosedur kompleks (Kemendikbud 2013:36) adalah tahap-tahap atau
langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan. Terdapat banyak
kegiatan disekitar yang harus dilakukan menurut prosedur. Jika tidak, maka tujuan
yang diharapkan tidak akan tercapai.
Selain itu, Kosasih (2014:67) berpendapat bahwa teks prosedur kompleks
merupakan teks yang menjelaskan langkah-langkah secara lengkap, jelas, dan
terperinci tentang cara melakukan sesuatu.
Langkah-langkah dalam prosedur kompleks dapat disajikan dalam berbagai
macam bentuk teks. Adakalanya, teks prosedur kompleks disajikan dalam bentuk
uraian narasi, namun ada juga penyajian dalam bentuk lain, misal hanya
berbentuk bagan ataupun penjelasan singkat.
Teks prosedur kompleks adalah teks yang memberikan petunjuk untuk
melakukan atau menggunakan sesuatu dengan langkah-langkah yang urut
(Priyatni 2014:115). Adapun tujuan teks prosedur kompleks adalah untuk
menjelaskan bagaimana sesuatu dibuat atau dilakukan dengan langkah-langkah
yang urut. Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, dapat kita simpulkan bahwa pengertian teks proosedur kompleks adalah teks yang berisi langkah-langkah atau cara yang dapat membantu pembaca menyelesaikan perintah yang bersifat prosedural.
Bentuk Perintah Tertulis dapat dibedakan bedasarkan jenisnya, yaitu
(1)
himbauan/larangan, misalnya himbauan menjadi akseptor RB, larangan
membuang sampah,
(2) petunjuk, misalnya petunjuk penggunaan suatu barang,
(3) Peraturan, misalnya peraturan berlalu lintas, peraturan waktu berkunjung,
(4)
pedoman, misalnya pedoman penulisan karya ilmiah, dan
(5) undang-undang,
misalnya undang-undang tentang penyalahgunaan narkoba, undang-undang
pendidikan.
Sedangkan menurut Kosasih (2014:67), berdasarkan fungsinya, teks
prosedur kompleks termasuk ke dalam teks paparan. Teks prosedur kompleks
tidak hanya berkenaan pada penggunaan alat tetapi juga berisi tata cara melakukan
aktivitas tertentu dan kebiasaan hidup. Misalnya, cara hidup sehat, cara mengatasi
banjir, cara berpidato, dan lain sebagainya.
Jadi, simpulan dari bentuk teks prosedur kompleks tersebut adalah termasuk
dalam kategori teks paparan yanag memaparkarkan langkah-langkah baik yang berisi tentang himbauan, larangan, peraturan, pedoman maupun undang-undang
yang terdapat pada aktivitas sehari-hari.
Ciri-ciri teks prosedur kompleks:
a. Tujuan berisi pengantar berkaitan dengan petunjuk yang akan
dikemukakan pada bagian pembahasan,
b. Alat dan bahan berisi tentang material yang digunakan dalam memaparkan
langkah kerja. Pada bagian ini, memungkinkan untuk tidak dimunculkan,
sesuai dengan kebutuhan pemaparan,
c. Langkah-langkah pembahasan diisi dengan petunjuk pengerjaan sesuatu
yang disusun secara sisteamtis. Pada umumnya, penyusunan disusun
mengikuti urutan waktu dan bersifat kronologis.
Terdapat tiga kategori pembahasan pada isi suatu teks prosedur kompleks, yaitu:
1) Teks yang berisi cara menggunakan alat, benda ataupun perangkat lain
yang sejenis. Misalnya, cara menggunakan komputer atau cara
mengendarai mobil secara manual,
2) Teks yang berisi cara melakukan aktivitas. Misalnya cara melamar
pekerjaan atau cara berolahraga untuk penderita jantung coroner,
3) Teks yang berisi kebiasaan atau sifat tertentu. Misalnya, cara
menikmati hidup.
(Kosasih, 2014:67).
Contoh teks prosedur kompleks (http://pusatkrisis.kemkes.go.id/bagaimana-cara-menanggulangi-banjir):
Cara Menanggulangi Banjir
Banjir adalah sebuah bencana alam yang sering terjadi ketika musim penghujan mulai datang. akibat bencana ini, banyak sekali kerugian yang kita dapatkan. Dan yang paling parah adalah menghambat aktivitas kita dalam sehari-hari. Maka dari itu, kita harus menanggulanginya dengan cara sebagai berikut:
Pertama, menjaga lingukungan sekitar. Yang utama adalah menjaga lingkungan
sungai atau selokan, sungai sebaiknya di pelihara dengan baik. Jangan
membuang sampah ke selokan. Sungai atau selokan jangan di jadikan tempat
pembuangan sampah, Kedua, hindari membuat rumah di pinggiran sungai. Saat ini semakin banyak warga yang
membangun rumah di pinggir sungai, ada baiknya pinggiran sungai jangan
di jadikan rumah penduduk karena menyebabkan banjir dan tatanan
masyarakat tidak teratur. Ketiga, melaksanakan program tebang pilih dan reboisasi. Pohon yang telah ditebang sebaiknya ada
penggantinya. Menebang pohon yang telah berkayu kemudian di tanam
kembali tunas pohon yang baru. Hal ini ditujukan untuk regenerasi hutan
dengan tujuan hutan tidak menjadi gundul. Kemudian, buanglah sampah pada tempatnya. Sering kali masyarakat indonesia
membuang sampah sembarangan terutama membuang sampah ke sungai, tentu
hal ini akan memebrikan dampak buruk di kemudian hari. Karena sampah
yang menumpuk bisa menyebabkan terjadinya banjir saat curah hujan sedang
tinggi. Pengelolahan sampah yang tepat bisa membantu mencegah banjir. Setelah itu, rajin Membersihkan Saluran Air. Perbaikan dan pembersihan saluran air
tentu harus ada. Di wilayah tertentu bisa diadakan secara gotong royong.
Penjagaan ini harus dilakukan secara terus menerus dengan waktu
berkala. Hal ini bertujuan agar terjadi hujan deras, air tidak akan
tersumbat dan mampu mencegah terjadinya banjir.
Sumber: Noor, Ana Istiana. 2015. PENINGKATAN MEMBANDINGKAN TEKS PROSEDUR
KOMPLEKS MENGGUNAKAN POLA KOLABORATIF
THINK PAIR AND SHARE DENGAN TEKNIK
BRAINSTORMING PADA PESERTA DIDIK
KELAS X OTOMASI SMK N 2 KENDAL. Semarang: Universitas Negeri Semarang





Follow Us
Were this world an endless plain, and by sailing eastward we could for ever reach new distances